1 Okt 2012




Kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola perilaku dan berhubungan dengan diri sendiri dan orang lain yang melekat dan terus ada, termasuk presepsi, sikap, dan emosi diri tentang diri sendiri dan dunia. Karakterisitk dan perilaku tersebut konsisten dalam berbagai situasi dan tidak mudah diubah. Individu biasanya tidak menayadri kepribadian mereka. Banyak faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang: beberapa berasal dari struktur biologi dan genetic, dan sebagian lainnya didapat ketika seseorang berkembang dan berinteraksi denagn lingkungan dan orang lain.
Gangguan kepribadian didiagnosis saat sifat kepribadian individu menjadi kaku dan maladaptive dan secara signifikan mengganggu cara individu melakukan fungsi dalam masyarakat atau menyebabkan distress emosional individu. Gangguan kepribadian dapat berlangsung lama karena karakteristik kepribadian tidak mudah diubah.
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Text Revision (DSM-IV-TR) mengklasifikasikan gangguan kepribadian ke dalam “kelompok-kelompok”, atau kategori berdasarkan gambaran gangguan yang utama atau yang teridentifikasi:
·        Kelompok A mencakup individu yang perilakunya tampak aneh atau eksentrik dan termasuk gangguan kepribadian paranoid, skizoid, dan skizotipal.
·        Kelompok B mancakup individu yang tampak daramatis, emosional, atau tidak lazimdan termasuk gangguan kepribadian antisosial, ambang, histrionik, dan narsisitik.
·        Kelompok C mencakup indicidu yang tampak cemas atau ketakutan dan termasuk gangguan kepribadian menghindar, dependen, dan obsesif-kompulsif.

Gangguan Kepribadian
Gejala/Karakteristik
Intervensi Keperawatan
Paranoid
Tidak percaya dan curiga terhadap orang lain, berhati-hati, afek terbatas.
Pendekatan serius dan terus terang; ajarkan klienuntuk memvalidasi ide sebelum bertindak; libatkan klien dalam perencanaan terapi.

Skizoid
Memisahkan diri dari hubungan sosial; lebih berkutat dengan benda daripada dengan orang-orang.
Tingakatkan fungsi klien dalam masyarakat; bantu klien untuk mendapatkan menejer kasus.
Skizotipal
Ketidaknyaman akut dalam hubungan; gangguan kognitif atau presepsi; perilaku eksentrik.
Kembangkan keterampilan perawatan diri; tingkatkan fungsi masyarakat; latihan keterampilan sosial.
Antisosial
Tidak memeperhatikan hak ornag lain, aturan, dan hukum.
Penetapan batasan; konfrontasi; ajarkan klien untuk menyelesaikan masalah secara efektif dan mengatasi emosi marah atau frustasi.
Ambang
Ketidakstabilan hubungan, citra diri, dan afek; impulsivitas; mencederai diri.
Tingkatkan keamanan; bantu klien mengatasi dan mengendalikan emosi; teknik restrukturisasi kognitif; pengaturan waktu; ajarkan keterampilan sosial.
Histrionik
Emosi dan mencari perhatian yang berlebihan.
Ajarkan keterampilan sosial; berikan umpan balik faktual tentang perilaku.
Narsisitik
Grandiositas; kurang empati; ingin dikagumi.
Pendekatan sesuai fakta; lakukan kerja sama dalam terapi yang diperlukan; ajarkan klien keterampilan perawatan diri yang dibutuhkan.
Menghindar
Inhibisi sosial; perasaan tidak mampu; hipersensitif terhadap evaluasi negatif.
Dukung dan tenangkan; teknik restrukturisasi kognitif; tingkatkan harga diri.
Dependen
Perilaku tunduk dan patuh; kebutuhan yang berlebihan untuk dijaga.
Bantu perkembangan kepercayaan diri dan otonomi klien; ajarkan keterampilan penyelesaian masalah dan pembuatan keputusan; teknik restrukturisasi kognitif.

Obsesif-Kompulsif
Preokupasi denga peraturan, kesempurnaan, dan penegndalian.
Dorong untuk bernegosiasi dengan orang lain; bantu klien untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu; teknik restrukturisasi kognitif.
Depresif
Pola kognisi dan perilaku depresif dalam berbagai konteks.
Kaji resiko mencederai diri; berikan umpan balik factual; tingkatkan harga diri; tingkatkan keterlibatan dalam aktivitas.
Pasif-Agresif
Pola sikap negatif dan perlawanan pasif atas tuntunan performa yang adekuat dalam situasi sosial dan okupasional
Bantu klien untuk mengindentifikasi perasaan dan mengungkapkannyasecara langsung; bantu klien untuk mempelajari perasaan dan perilakunya secara realistiss.

 Gejala Umum
Individu dengan gangguan kepribadian sarat dengan pelbagai pengalaman konflik dan ketidakstabilan dalam beberapa aspek dalam kehidupan mereka. Gejala secara umum gangguan kepribadian berdasarkan kriteria dalam setiap kategori yang ada.
 Secara umum gangguan ini klasifikasikan berdasarkan;
1.      Pengalaman dan perilaku individu yang menyimpang dari social expectation. Penyimpangan pola tersebut pada satu atau lebih;
-        cara berpikir (kognisi) termasuk perubahan persepsi dan interpretasi terhadap dirinya, orang lain dan waktu
-        - afeksi (respon emosional terhadap terhadap diri sendiri, labil, intensitas dan cakupan)
-        - fungsi-fungsi interpersonal
-        - dan kontrol terhadap impuls
2.      Gangguan-gangguan tersebut bersifat menetap dalam diri pribadi individu dan berpengaruh pada situasi sosial.
3.      Gangguan kepribadian yang terbentuk berhubungan erat dengan pembentukan distress atau memburuknya hubungan sosial, permasalahan kerja atau fungsi-fungsi sosial penting lainnya.
4.      Pola gangguan bersifat stabil dengan durasi lama dan gangguan tersebut dapat muncul dan memuncak menjelang memasuki dewasa dan tidak terbatas pada episode penyakit jiwa
5.      Gangguan pola kepribadian tidak disebabkan oleh efek-efek psikologis yang muncul yang disebabkan oleh kondisi medis seperti luka di kepala.

Resiko Gangguan Kepribadian
Individu yang tidak segera melakukan pengobatan, gangguan kepribadian dapat berdampak pada;
1.      Isolasi sosial, kehilangan sahabat-sahabat terdekat yang disebabkan ketidakmampuan untuk menjalani hubungan yang sehat, rasa malu yang disebabkan putusnya hubungan dengan masyarakat
2.      Bunuh diri, melukai diri sendiri sering terjadi pada individu yang mengalami gangguan kepribadian ambang dan cluster B
3.      Ketergantungan pada alkohol dan obat-obatan
4.      Depresi, kecemasan dan gangguan makan. Untuk semua cluster mempunyai resiko berkembangnya problema psikologis lainnya
5.      Perilaku berbahaya yang dapat merusak diri sendiri. Penderita gangguan kepribadian ambang berpotensi melakukan tindakan berbahaya, tanpa perhitungan seperti terlibat pada seks bebas beresiko atau terlibat dalam perjudian. Pada gangguan kepribadian dependen beresiko mengalami pelecehan seksual, emosional, atau kekerasan fisik karena individu ini hanya mengutamakan pada bertahan hubungan semata (bergantung pada orang tersebut)
6.      Kekerasan atau bahkan pembunuhan. Perilaku agresif pada gangguan kepribadian paranoid dan antisosial
7.      Tindakan kriminal. Gangguan kepribadian antisosial mempunyai resiko lebih besar melakukan tindakan kriminal. Hal ini dapat mengakibatkan diri bersangkutan dipenjara
Gangguan simtom yang ada dapat menjadi lebih buruk dikemudian hari bila tidak mendapatkan perawatan secara baik
Posted by medica chemistry On 20.22 No comments

0 komentar :

Posting Komentar

Follower

    Blogger news

    Blogroll

    About