10 Okt 2012


MDGs yang diformulasikan secara bersama pada tingkat global, dalam beberapa aspek bisa saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pencapaian tujuan MDGs sebagian besar berada di pundak pemerintah propinsi dan kabupaten. Seperti terlihat pada Gambar 9.1, kabupaten dengan mantap mulai mengambil alih lebih banyak pengeluaran rutin pemerintah38.

Jadi Pemerintah daerah seharusnya dapat lebih berperan?
Tentu saja. Masalah informasi jelas masih menjadi kendala. BPS memang mengumpulkan data sejumlah informasi di tingkat kabupaten. Namun, tidak mencakup hingga tahun 1990 sehingga menyulitkan penetapan target 2015. Hal tersebut tidak menjadi masalah, selama propinsi-propinsi dan kabupaten-kabupaten memikirkan cara terbaik untuk pencapaian MDGs, tidak hanya di tingkat kabupaten, namun sampai ke desa-desa.

Betulkah? Apakah kita dapat mengukur semua ini di sebuah desa?
Ya, tetapi tidak harus orang luar yang melakukannya. Penduduk sebuah desa bisa sepakat memilih apa saja dari tujuan MDGs yang menjadi prioritas mereka, termasuk memantau dan mempercepat pencapaiannya. Misalnya, ketika kekurangan gizi menjadi persoalan yang dicemaskan, mungkin perlu memastikan bahwa puskesmas selalu menimbang semua anak-anak. Anda kemudian dapat menambahkan semua informasi yang dibutuhkan untuk mencermati apakah angka kekurangan gizi meningkat atau menurun. Dan yang lebih penting, anda bisa sepakat tentang apa yang harus dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut.

Misalnya?
Anda dapat memeriksa bagaimana anak-anak yang lambat pertumbuhannya, memperoleh makanan dan mungkin dapat memberikan saran atau dukungan kepada para ibu. Apakah semua anak bersekolah? Hal ini akan mudah diketahui dari buku pendaftaran di sekolah. Jika TBC menjadi masalah, mungkin anda dapat mencoba untuk melakukan tes pada sebanyak mungkin orang dan kemudian memulai pengobatan. Apakah perempuan meninggal karena persalinan? Bagaimana dengan pengawasan tentang berapa banyak perempuan hamil yang mendatangi klinik-klinik pada masa pra-persalinan. Begitu juga apakah mereka telah memiliki persiapan untuk menghadapi keadaan darurat.

Tampaknya, banyak yang harus dilakukan
Anda tidak harus mencoba melakukan semuanya sekaligus. Anda dapat memulai dengan sejumlah prioritas, kemudian melakukan aksi. Bagi MDGs, semangat lebih penting ketimbang rinciannya. Jika masing-masing kabupaten atau komunitas mulai melakukan aksi, maka secepatnya akan terjadi perbaikan. Tahun 2015 tinggal delapan tahun lagi, namun kita bisa melakukan banyak hal dalam waktu delapan tahun.

Sudahkah selesai kita?
Ya, untuk kali ini bincang-bincang kita akhiri dulu di sini. Tetapi, apabila anda tertarik untuk mengetahui lebih banyak, anda bisa membaca dari daftar bacaan berikut
Posted by medica chemistry On 02.55 No comments

0 komentar :

Posting Komentar

Follower

    Blogger news

    Blogroll

    About