4 Mar 2013





I.Tujuan
Eksperimen 1
Menentukan nilai asam atau basa  larutan menggunakan kertas indikator universal.
Eksperimen 2
Menentukan nilai asam atau basa berbagai bahan kimia bahan makanan yang ada di rumah mengunakan indikator kertas universal
Eksperimen 3
Mengekstrasi zat warna alami sebagai indikator alami.

II. Teori Dasar
Asam dan Basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal berbagai zat yang kita golongkan sebagai asam, misalnya asam cuka, asam sitrum, dan asam lambung.
Berkaitan dengan sifat asam dan basa, larutan dikelompokkan ke dalam tiga golongan, yaitu bersifat asam, basa, dan netral. Meskipun asam dan basa memiliki rasa yang berbeda, tidaklah bijaksana untuk menunjukkan keasaman atau kebasaan dengan cara mencicipinya, karena banyak diantaranya dapat merusak kulit atau bersifat racun. Berkat pengalaman dan penelitian para ahli kimia, kini telah tersedia cara praktis untuk menunjukkan keasaman dan kebasaan, yaitu dengan menggunakan indikator asam dan basa.
Indikator asam dan basa adalah zat-zat warna yang mampu menunjukkan perubahan warna dalam suasana asam dan basa.
Sifat asam dan basa dapat diketahui dengan cara mengukur pHnya. pH adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam mempunyai pH lebih kecil dari 7, larutan basa memiliki pH lebih besar dari 7, sedangkan larutan netral memiliki pH = 7.
B. Indikator Asam-Basa
Indikator asam-basa adalah zat-zat warna yang mampu menunjukkan perubahan warna. Indikator asam dan basa bisa dengan bahan alami yang bisa berubah warna apabila ditetesi larutan asam dan basa.
1.      Indikator universal
Indikator universal tidak hanya menentukan sifat asam atau basa suatu larutan, tetapi dapat juga menentukan nilai pH.
Nilai pH dapat ditentukan dengan mencocokan warna secara manual pada kertas indikator universal tersebut dengan warna pada wadah atau tabel.
2.      Indikator Asam Basa dari bahan Alami.
Berbagai jenis zat warna yang dipisahkan dari tumbuhan kemungkinan juga dapat digunakan sebagai indikator asam-basa, misalnya daun mahkota bunga, ekstrak kunyit, dan ekstrak daun jati.
3.      Menentukan pH dengan Menggunakan Beberapa Indikator.
Indikator tunggal seperti kertas lakmus atau phenolphtalein hanya memberi gambaran tentang sifat larutan (asam, basa, atau netral). Kertas lakmus, sebagai contoh, berwarna merah dalam larutan yang pH-nya sampai 5.5. Artinya, lakmus tidak tidak dapat membedakan larutan yang mempunyai pH 1 dari 2, dan seterusnya. Oleh karena setiap indikator mempunyai trayek perubahan warna yang berbeda, maka pH larutan dapat diperkirakan dengan kombinasi dari beberapa indikator

III. Alat dan Bahan
Bahan:
Eksperimen 1              Eksperimen 2              Eksperimen 3
HCl 0,1 M                                Sunlight                       Kunyit
CH3COOH 0,1 M          Deterjen                      Kulit manggis
NaOH 0,1 M                            Yogurt                          Kubis ungu
NH3 0,1 M                               Air jeruk
Aquadest                                 Molto
NaCl 1 M                     Baking soda                                                               
Alcohol 70%                            Pocari

Alat:
Kertas indikator universal
Plat tetes
Pipet tetes
Spatula
Gelas semprot
Alu dan lumpang

IV. Cara Kerja
Eksperimen 1 dan 2
1.      Teteskan berbagai larutan asam dan basa pada potongan-potongan kecil kertas indikator universal
2.      Amati perubahan warna yang terjadi!
3.      Tentukan harga pH larutan dengan menyamakan warna kertas indikator tersebut dengan pita warna pH!
Eksperimen 3
a.      Pembuatan indikator
1.      Tumbuk 1 macam indikator alam sampai halus. Tambahkan ±5ml alkohol.
2.      Aduk campuran, diamkan sebentar, kemudian pisahkan larutan ekstrak bahannya yang akan digunakan sebagai indikator.
3.      Buatlah indikator yang lain dengan cara yang sama.
4.      Amati warna masing-masing ekstrak bahan, kemudian catat dalam tabel pengamatan dengan menggunakan pensil warna yang sesuai.
b.      Pengujian indikator alam dengan larutan asam dan basa
1.      Siapkan 10 tetes larutan HCl dan NaOH dalam plat tetes.
2.      Tambahkan masing-masing 3 tetes indikator, aduk dan amati perubahan warna indikator tersebut.
3.      Catat pada tabel pengamatan dengan menggunakan pensil warna yang sesuai.

V. Data Pengamatan
Eksperimen 1
Larutan
Warna Indikator
pH
Sifat Larutan
HCL 0,1M
Merah maroon
2
Asam
CH3COOH 0,1M
Kuning
4
Asam
NaOH 0,1M
Biru tua
12
Basa
NH3(aq)  0,1M
Hijau
10
Basa
Air
Kuning
6
Asam
NaCl 1M
Kuning
5
Asam
Alcohol 70%
Kuning
5
Asam
Eksperimen 2
Bahan
pH
Sifat
Sunlight
6
Asam
Deterjen
10
Basa
Yogurt
4
Asam
Air jeruk
4
Asam
Molto
4
Asam
Baking soda
8
Basa
Pocari
4
asam

Eksperimen 3
Bahan Indikator
Warna sebelum ditumbuk
Perubahan warna indikator
HCl
NaOH
Kunyit
Orange
Orange
Coklat
Kulit manggis
Coklat
Pink muda
Coklat muda
Kubis ungu
Ungu
Pink
Hijau



lihat juga Praktikum lainnya
Reaksi:
Posted by Dhimas Yudha On 20.40 No comments

0 komentar :

Poskan Komentar

Follower

    Blogger news

    Blogroll

    About