Tampilkan postingan dengan label Asuhan Keperawatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asuhan Keperawatan. Tampilkan semua postingan

2 Apr 2013

Perawat harus mampu :
1) Mengumpulkan data yang valid dan berkaitan
2) Menganalisis data ke dalam kelompok
3) Membedakan diagnosa keperawatan dari masalah kolaboratif
4) Merumuskan diagnosa prioritas

KOMPONEN DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Problem (masalah)
   Tujuan penulisan pernyataan masalah adalah menjelaskan status kesehatan atau masalah kesehatan klien secara jelas dan sesingkatkan mungkin. Karena pada bagian ini dari diagnose keperawatan mengidentifikasi apa yang tidak sehat tentang klien dan apa yang harus diubah tentang status kesehatan klien dan juga memberikan pedoman terhadap tujuan dari asuhan keperawatan. Dengan menggunakan standar diagnose keperawatan dari  NANDA mempunyai keuntungan yang signifikan.
a. Membantu perawat untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya dengan menggunakan istilah yang dimengerti secara umum.
b. Memfasilitasi penggunaan computer dalam keperawatan, Karena perawat akan mampu mengakses diagnose keperawatan.
c. Sebagai metode untuk mengidentifikasi perbedaan masalah keperawatan yang ada dengan masalah medis.
d. Semua perawat dapat bekerja sama dalam menguji dan mendefinisikan kategori diagnose dalam mengidentifikasi criteria pengkajian dan intervensi keperawatan dalam meningkatan asuhan keperawatan.

2. Etiologi (penyebab)
   Etiologi (penyebab) adalah factor klinik dan personal yang dapat merubah status ksehatan atau  mempengaruhi perkembangan masalah. Etiologi mengidentifikasi fisiologis, psikologis, sosiologis, spiritual dan factor-faktor lingkungan yang dipercaya berhubungan dengan masalah baik sebagai penyebab ataupun factor resiko. Karena etiologi mengidentifikasi factor yang mendukung terhadap masalah kesehatan klien, maka etiologi sebagai pedoman atau sasaran langsung dari intervensi keperawatan. Jika terjadi kesalahan dalam menentukan penyebab maka tindakan keperawatan menjadi tidak efektif dan efisien. Misalnya, klien dengan diabetes mellitus masuk RS biasanya dengan hiperglikeni dan mempunyai riwayat yang tidak baik tentang pola makan dan pengobatan (insulin) didiagnosa dengan “ ketidaktaatan”. Katakana lah ketidaktaatan tersebut berhubungan dengan kuramgnya pengetahuan kien dan tindakan keperawatan diprioritaskan mengajarkan klien cara mengatasi diabetes melitus dan tidak berhasil, jika penyebab ketidaktaatan tersebut karena klien putus asa untuk hidup.
Penulisan etiologi dari diagnose keperawatan meliputi unsur PSMM
P = Patofisiologi dari penyakit
S = Situational (keadaan lingkungan perawatan)
M = Medication ( pengobatan yang diberikan)
M = Maturasi  (tingkat kematangan/kedewasaan klien)
   Etiologi, faktor penunjang dan resiko, meliputi:
a. Pathofisiologi: Semua proses penyakit, akut dan kronis, yang dapat menyebabkan atau mendukung masalah, misalnya masalah “powerlessness” Penyebab yang umum:
   · ketidakmampuan berkomunikasi  ( CV A, intubation)
   · ketidakmampuan melakukan aktifitas sehari-hari (CV A, trauma servical, nyeri, IMA)
   · ketidakmampuan memenuhi tanggungjawabnya (pembedahan, trauma, dan arthritis)
b. Situasional (personal, enfironment) Kurangnya pengetahuan, isolasi social, kurangnya penjelasan dari petugas kesehatan, kurangnya partisipasi klien dalam mengabil keputusan, relokasi, kekurangmampuan biaya, pelecehan sexual, pemindahan status social, dan perubahan personal teritori.
c. Medication (treatment-related) Keterbatasan institusi atau RS: tidak sanggup memberikan perawatan dan tidak ada kerahasiaan.
d. Maturational
   Adolescent: ketergantungan dalam kelompok, independen dari keluarga
   Young adult: menikah, hamil, orangtua
   Dewasa: tekanan karir,  dan tanda-tanda pubertas
   Elderly: kurangnya sensori, motor, kehilangan (uang, factor lain)

3, Sign/symptom (tanda/gejala)
Identifikasi data subjektif dan objektif sebagai tanda dari masalah keperawatan. Memerlukan kriteria evaluasi, misalnya : bau “pesing”, rambut tidak pernah di keramas. “saya takut jalan di kamar mandi dan memecahkan barang”.


PENTUAN PRIORITAS DIAGNOSIS
   Dengan menentukan diagnosis keperawatan, maka dapat diketahui diagnosis mana yang akan dilakukan atau diatasi pertama kali atau yang segara dilakukan dalam menentukan prioritas terdapat beberapa pendapat urutan prioritas, diantaranya :
1. Berdasarkan tingkat kegawatan (mengancam jiwa)
   Penentuan prioritas berdasarkan tingkat kegawatan atau mengancam jiwa yang dilatar belakangi dari prinsip pertolongan pertama yaitu dengan membagi beberapa prioritas diantaranya prioritas tinggi, prioritas sedang , dan prioritas rendah.
· Prioritas tinggi : mencerminkan situasi yang mengancam kehidupan (nyawa seseorang) sehingga perlu dilakukan tindakan terlebih dahulu seperti masalah bersihan jalan nafas.contoh diagnosa..................
· Prioritas sedang : menggambarkan situasi yang tidak gawat dan tidak mengancam hidup klien seperti masalah higiene perseorangan.contoh diagnosa..................
· Prioritas rendah : menggambarkan situasi yang tidak berhubungan langsung prognosis dari suatu penyakit yang secara spesifik seperti masalah keuangan atau lainnya.contoh diagnosa..................

2. Berdasarkan kebutuhan maslow
   Maslow mentukan prioritas diagnosis yang akan direncanakan berdasarkan kebutuhan diantaranya kebutuhan fisiologis keselamatan dan keamanan, mencintai dan memiliki, harga diri dan aktualisasi diri, yang dapat digambarkan sebagai berikut:
   Untuk prioritas diagnosis yang akan direncanakan maslow membagi urutan tersebut berdasarkan urutan kebutuhan dasar manusia di antaranya :
   a. Kebutuhan fisiologis, meliputi masalah respirasi, sirkulasi, suhu, nutrisi, nyeri, cairan, perawatan kulit, mobilitas, eliminasi.
   b. Kebutuhan keamanan dan keselamatan, meliputi masalah lingkungan, kondisi tempat tinggal, perlindungan, pakaian, bebas dari infeksi dan rasa takut.
   c. Kebutuhan mencintai dan dicintai, meliputi masalah kasih sayang, seksualitas, afiliasi dalam kelompok, hubungan antar manusia.
   d. Kebutuhan harga diri, meliputi masalah respect dari keluarga, perasaan menghargai diri sendiri.
   e. Kebutuhan masalah aktualisasi diri, meliputi kepuasan terhadap lingkungan.





Lihat Juga

NANDA
Posted by medica chemistry On 02.23 1 comment READ FULL POST

26 Mar 2013

   Nursing Interventions Classification (NIC) diperkenalkan untuk pertama kali pada tahun 1987 dan menyusul Nursing Outcomes Classification (NOC) pada tahun 1991. Nursing Intervention Classification digunakan disemua area keperawatan dan spesialis. Intervensi keperawatan merupakan tindakan yang berdasarkan kondisi klinik dan pengetahuan yang dilakukan perawat untuk membantu pasien mencapai hasil yang diharapkan. Perawat dapat memberikan alasan ilmiah yang terbaru mengapa tindakan itu yang diberikan. Alasan ilmiah dapat merupakan pengetahuan berdasarkan literature, hasil penelitian atau pengalaman praktik. Rencana tindakan berupa: tindakan konseling atau psikoterapiutik, pendidikan kesehatan, perawatan mandiri dan aktivitas hidup sehari-hari, terapi modalitas keperawatan, perawatan berkelanjutan (continuity care), tindakan kolaborasi (terapi somatic dan psikofarmaka).
   NIC (Nursing Intervention Classification ) adalah suatu daftar lis intervensi diagnosa keperawatan yang menyeluruh dan dikelompokkan berdasarkan label yang mengurai pada aktifitas yang dibagi menjadi 7 bagian dan 30 kelas. Sistim yang digunakan dalam berbagai diagnosa keperawatan dan mengatur pelayanan kesehatan. NIC digunakan perawat pada semua spesialis dan semua area keperawatan (McClokey and Bulecheck, 1996).
  
Bulecheck dan McClokey (1996) menyatakan bahwa keuntungan NIC adalah sebagai berikut :
1. Membantu menunjukkan aksi perawat dalam sistem pelayanan kesehatan.
2. Menstandarisasi dan mendefinisikan dasar pengetahuan untuk kurikulum dan praktik keperawatan.
3. Memudahkan memilih intervensi keperawatan yang tepat.
4. Memudahkan komunikasi tentang perawat kepada perawat lain dan penyedia layanan kesehatan lain.
5. Memperbolehkan peneliti untuk menguji keefektifan dan biaya perawatan.
6. Memudahkan pengajaran pengambilan keputusan klinis bagi perawat baru.
7. Membantu tenaga administrasi dalam perencanaan staf dan peralatan yang dibutuhkan lebih efektif.
8. Memudahkan perkembangan dan penggunaan sistem informasi perawat.
9. Mengkomunikasikan kealamiahan perawat kepada publik.

Adapun kelebihan NIC adalah :
1. Komprehensif.
2. Berdasarkan riset.
3. Dikembangkan lebih didasarkan pada praktek yang ada.
4. Mempunyai kemudahan untuk menggunakan struktur organisasi (Domain, kelas, intervensi, aktivitas).
5. Bahasa jelas dan penuh arti klinik.
6. Dikembangkan oleh tim riset yang besar dan bermacam-macam tim.
7. Menjadi dasar pengujian.
8. Dapat diakses melalui beberapa publikasi
9. Dapat dihubungkan Diagnosa Keperawatan NANDA
10. Dapat dikembangkan bersama NOC.
11. Dapat diakui dan diterima secara nasional. (Bulecheck dan McClokey, 1996)
Posted by medica chemistry On 22.46 No comments READ FULL POST
   Nursing Outcome Classification (NOC) adalah proses memberitahukan status klien setelah dilakukan intervensi keperawatan. Standar kriteria hasil dikembangkan untuk mengukur hasil dari tindakan keperawatan yang digunakan pada semua area keperawatan dan semua klien (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat). Nursing Outcome Classification mempunyai tujuh domain yaitu fungsi kesehatan, fisiologi kesehatan, kesehatan psikososial, pengetahuan dan perilaku kesehatan, persepsi kesehatan, kesehatan keluarga dan kesehatan masyarakat.
   Nursing outcome classification (NOC) menggambarkan respon pasien terhadap tindakan keperawatan. NOC mengevaluasi hasil pelayanan keperawatan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan. Standar kriteria hasil pasien sebagai dasar untuk menjamin keperawatan sebagai partisipan penuh dalam evaluasi klinik bersama dengan disiplin ilmu kesehatan lain. Klasifikasi berisi 190 kriteria hasil yang diberi label, definisi dan indikator atau ukuran untuk menentukan kriteria hasil yang diterima (Johnson dan Mass, 1997).
   Manfaat NOC dalam keperawatan adalah sebagai berikut :

1. Memberikan label dan ukuran-ukuran untuk kriteria hasil yang komprehensif.
2. Sebagai hasil dari intervensi keperawatan.
3. Mendefinisikan kriteria hasil yang berfokus pada pasien dan dapat digunakan perawat-perawat dan disiplin ilmu lain.
4. Memberikan informasi kriteria hasil yang lebih spesifik dari status kesehatan yang umum.
5. Menggunakan skala untuk mengukur kriteria hasil dan memberikan informasi kuantitatif (Bulecheck dan McClokey, 1996)
Posted by medica chemistry On 22.44 No comments READ FULL POST
   The North American Nursing Diagnosis Association (NANDA) didirikan sebagai badan formal untuk meningkatkan, mengkaji kembali dengan mengesahkan daftar terbaru dari diagnosis keperawatan yang digunakan oleh perawat praktisi. Ketika daftar diagnosis keperawatan diperluas, NANDA mengembangkan sebuah sistem klasifikasi atau taksonomi untuk mengatur label diagnostik.
   Berdasarkan hasil konferensi NANDA ke 9 tahun 1990 cit Doenges 2000, istilah diagnosa keperawatan digunakan sebagai verba dan nomina. Istilah Nomina dalam kaitan dengan karya NANDA, yaitu sebuah label yang disetujui oleh NANDA yang mengidentifikasi masalah atau kebutuhan pasien yang spesifik, merupakan masalah yang menggambarkan masalah kesehatan yang dapat ditangani oleh perawat dapat berupa masalah fisik, sosiologis dan psikologis. Untuk memfasilitasi penggunaan bahasa keperawatan dan rekam medik pasien terkomputerisasi yang seragam, masing-masing diagnosis keperawatan terdiri dari hasil yang disarankan yang berdasarkan pada riset yang dilakukan oleh IOWA Outcomes Project (Nursing Outcomes Classification 1997). Hasil yang disarankan ini sensitif terhadap kebutuhan perawat yaitu dapat mempengaruhi asuhan keperawatan yang diberikan untuk suatu diagnosis keperawatan yang diakui oleh NANDA. (Wilkinson, 2006)

Lihat juga
NANDA International Leg
Taxonomy II : Domain dan Kelas
Taxonomy II : Domains, Kelas dan Diagnosis
Nursing Outcome Classification
Nursing Interventions Classification
Posted by medica chemistry On 22.43 No comments READ FULL POST

13 Mar 2013

Domain 4: Aktivitas dan Istirahat
Kelas 4: Respon Kardiovaskuler/Pulmoner (Cardiovascular/Pulmonary Responses)

Definisi:
Inspirasi dan/ atau ekspirasi yang tidak member ventilasi yang adekuat

Batasan Karakteristik
Subyektf:
Dipsneqa
Nafas Pendek

Obyektif:
- Penurunan tekanan inspirasi/ekspirasi
- Penurunan pertukaran udara per menit
- Menggunakan otot pernafasan tambahan
- Orthopnea
- Pernafasan pursed-lip
- Tahap ekspirasi berlangsung sangat lama
- Penurunan kapasitas vital
- Respirasi: < 11 – 24 x /mnt


Faktor yang berhubungan
- Hiperventilasi
- Penurunan energi/kelelahan
- Perusakan/pelemahan muskulo-skeletal
- Kelelahan otot pernafasan
- Hipoventilasi sindrom
- Nyeri
- Kecemasan
- Disfungsi Neuromuskuler
- Obesitas
- Injuri tulang belakang
Posted by medica chemistry On 00.30 No comments READ FULL POST
Domain 3: ELIMINATION/EXCHANGE
Kelas 4 : Fungsi Pernafasan

Definisi:
Kelebihan atau kekurangan dalam eliminasi oksigen dan atau karbondioksida di membrane kapiler alveolar

Batasan Karakteristik
Subyektf:
- sakit kepala ketika bangun
- Dyspnoe
- Gangguan penglihatan

Obyektif:
- Penurunan CO2
- Takikardi
- Hiperkapnia
- Keletihan
- Iritabilitas
- Hypoxia
- kebingungan
- sianosis
- warna kulit abnormal (pucat, kehitaman)
- Hipoksemia
- hiperkarbia
- AGD abnormal
- pH arteri abnormal
- frekuensi dan kedalaman nafas abnormal



Faktor yang berhubungan
- ketidakseimbangan perfusi ventilasi
- perubahan membran kapiler-alveolar
Posted by medica chemistry On 00.24 No comments READ FULL POST
Domain 5: PERCEPTION/COGNITION
Kelas 4 : Kognisi (Cognition)

Definisi:
Kurang informasi kognitif berhubungan dengan topik yang spesifik

Batasan Karakteristik
Subyektf:
Menyatakan secara verbal adanya masalah

Obyektif:
ketidakakuratan mengikuti instruksi, perilaku tidak sesuai



Faktor yang berhubungan
keterbatasan kognitif, interpretasi terhadap informasi yang salah, kurangnya keinginan untuk mencari informasi, tidak mengetahui sumber-sumber informasi.
Posted by medica chemistry On 00.22 No comments READ FULL POST

1 Mar 2013

From Wikipedia, the free encyclopedia

   The nursing process is a modified scientific method.Nursing practise was first described as a four stage nursing process by Ida Jean Orlando in 1958.It should not be confused with nursing theories or Health informatics. The diagnosis phase was added later.
   The nursing process uses clinical judgement to strike a balance of epistomology between personal interpretation and research evidence in which critical thinking may play a part to categorize the clients issue and course of action. Nursing offers diverse patterns of knowing.Nursing knowledge has embraced pluralism since the 1970s
   Some authors refer to a mind map or abductive reasoning as a potential alternative strategy for organizing care.Intuition plays a part for experienced nurses.

Assessing phase
Main article: Nursing assessment
   The nurse completes an holistic nursing assessment of the needs of the individual/family/community, regardless of the reason for the encounter. The nurse collects subjective data and objective data using a nursing framework, such as Marjory Gordon's functional health patterns.

Models for data collection
   Nursing assessments provide the starting point for determining nursing diagnoses. It is vital that a recognized nursing assessment framework is used in practice to identify the patient's* problems, risks and outcomes for enhancing health. The use of an evidence-based nursing framework such as Gordon's Functional Health Pattern Assessment should guide assessments that support nurses in determination of NANDA-I nursing diagnoses. For accurate determination of nursing diagnoses, a useful, evidence-based assessment framework is best practice.

Methods
   - Client Interview
   - Physical Examination
   - Obtaining a health history (including dietary data)
   - Family history/report
   - Diagnostic Data
   - Observation

Diagnosing phase
Main article: Nursing diagnosis
   Nursing diagnoses represent the nurse's clinical judgment about actual or potential health problems/life process occurring with the individual, family, group or community. The accuracy of the nursing diagnosis is validated when a nurse is able to clearly identify and link to the defining characteristics, related factors and/or risk factors found within the patient's assessment. Multiple nursing diagnoses may be made for one client.

Planning phase
Main article: Nursing care plan
   In agreement with the client, the nurse addresses each of the problems identified in the diagnosing phase. When there are multiple nursing diagnoses to be addressed, the nurse prioritizes which diagnoses will receive the most attention first according to their severity and potential for causing more serious harm. For each problem a measurable goal/outcome is set. For each goal/outcome, the nurse selects nursing interventions that will help achieve the goal/outcome. A common method of formulating the expected outcomes is to use the evidence-based Nursing Outcomes Classification to allow for the use of standardized language which improves consistency of terminology, definition and outcome measures. The interventions used in the Nursing Interventions Classification again allow for the use of standardized language which improves consistency of terminology, definition and ability to identify nursing activities, which can also be linked to nursing workload and staffing indices. The result of this phase is a nursing care plan

Implementing phase
   The nurse implements the nursing care plan, performing the determined interventions that were selected to help meet the goals/outcomes that were established. Delegated tasks and the monitoring of them is included here as well.

Evaluating phase
   The nurse evaluates the progress toward the goals/outcomes identified in the previous phases. If progress towards the goal is slow, or if regression has occurred, the nurse must change the plan of care accordingly. Conversely, if the goal has been achieved then the care can cease. New problems may be identified at this stage, and thus the process will start all over again.

Characteristics
   The nursing process is a cyclical and ongoing process that can end at any stage if the problem is solved. The nursing process exists for every problem that the individual/family/community has. The nursing process not only focuses on ways to improve physical needs, but also on social and emotional needs as well.
   - Cyclic and dynamic
   - Goal directed and client centered
   - Interpersonal and collaborative
   - Universally applicable
   - Systematic
   The entire process is recorded or documented in order to inform all members of the health care team.

Variations and documentation
   The PIE method is a system for documenting actions, especially in the field of nursing. The name comes from the acroynm PIE meaning Problem, Intervention, Evaluation


Posted by medica chemistry On 20.01 No comments READ FULL POST
From Wikipedia, the free encyclopedia

   NANDA International (formerly the North American Nursing Diagnosis Association) is a professional organization of nurses standardized nursing terminology that was officially founded in 1982 and develops, researches, disseminates and refines the nomenclature, criteria, and taxonomy of nursing diagnoses. In 2002, NANDA relaunched as NANDA International in response to the broadening scope of its membership. NANDA International published Nursing Diagnosis quarterly, which became the International Journal of Nursing Knowledge in 2002. Other related international associations are ACENDIO (Europe), AENTDE (Spanish language), AFEDI (French language) and JSND (Japan). The Membership Network Groups foster collaboration among NANDA-I members in countries (Brazil, Colombia, Ecuador, Mexico and Nigeria-Ghana) and for languages: the German Language Group (Germany, Austria, Switserland) and the Dutch Language Group (Netherlands and Belgium)

History
   In 1973, Kristine Gebbie and Mary Ann Lavin called the First National Conference on the Classification of Nursing Diagnoses. It was held in St. Louis, Missouri. Attendees produced a beginning classification, an alphabetized list of nursing diagnoses. The conference also created three structures: A National Clearinghouse for Nursing Diagnoses, located at Saint Louis University and led by Ann Becker; a Nursing Diagnosis Newsletter, edited by Anne Perry; and a National Conference Group to standardize nursing terminology and led by Marjory Gordon. In 1982 NANDA was formed. It included members from the United States and Canada.
   NANDA developed a nursing classification to organize nursing diagnoses into different categories. Although the taxonomy was revised to accommodate new diagnoses, in 1994 it became apparent that an overhaul was needed. In 2002 Taxonomy II, which was a revised version of Gordon's functional health patterns, was released.
   In 2002, NANDA became NANDA International in response to requests from its growing base of membership from outside North America. The acronym of NANDA was retained in the name because of the name recognition, but it is no longer merely "North American", and in fact boasts members from 32 countries as of 2010.


Lihat juga
NANDA
Taxonomy II : Domain dan Kelas
Taxonomy II : Domains, Kelas dan Diagnosis
 Nursing Outcome Classification
Nursing Interventions Classification
Posted by medica chemistry On 19.51 No comments READ FULL POST

12 Feb 2013

Domain 11: Safety/Protection
Kelas 2: Physical Injury

Definisi:
ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi saluran pernapasan guna mempertahankan jalan napas yang bersih.

Batasan Karakteristik
Subjektif:
Dispnea.

Objektif:
- Bnyi napas tambahan (misalnya Ronkhi basah halus, ronchi basah kasar, dan ronkhi kering).
- Perubahan pada irama dan frekuensi pernapasan.
- Batuk tidak ada atau tidak efektif.
- Sianosis.
- Kesulitan untuk bersuara.
- Penurunan bunyi napas.
- Orthopnea (merupakan kesulitan bernafas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri dan pola ini sering ditemukan pada seseorang yang mengalami kongestif paru).
- Kegelisahan
- Sputum.
- Mata terbelalak


Faktor yang berhubungan
Enviromental      : Merokok,Menghirup asap rokok, dan perokok pasif.
Obstructed Airway : spasme jalan napas, pengumpulan sekresi, mucus berlebih, adanya jalan napas buatan, terdapat benda asing dari jalan napas, sekresi pada bronchi, dan eksudat pada alveoli.
Physiological     : Disfungsi neuromuskuler, hiperplasi dinding bronchial, PPOK, Infeksi, asma, alergi jalan napas, dan trauma.
Posted by medica chemistry On 18.27 No comments READ FULL POST
DOMAIN 1 HEALTH PROMOTION
         The awarness of well-being or normality of function and the strategies used to maintain, control of and enhance the well-being or normality of function

Kelas 1 : Kesadaran akan Kesehatan (Health Awarness): Recognition of normal function and well-being
00097 Defisiensi Aktivitas Pengalihan
00168 Gaya Hidup Monoton

Kelas 2 : Managemen kesehatan (Health Management): Identifying, controlling, performing dan integrating activities to maintain health and well-being
00215 Defisiensi Kesehatan Komunitas
00188 Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko
00099 Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan
00186 Kesiapan Meningkatkan Status Imunisasi
00043 Ketidakefektifan perlindungan
00078 Ketidakefektifan manajemen kesehatan diri
00162 Kesiapan meningkatkan menajemen kesehatan diri
00080 Ketidakefektifan manajemen regimen terapeutik keluarga


DOMAIN 2 NUTRITION
         The ctivities of taking in, assimilating and using nutrients for the purposes of tissue maintenance, tissue repair, and the production of energy

Kelas 1 : Makan (Ingestion): Taking food or nutrients into the body
00216 Ketidakcukupan Air Susu Ibu
00107 Ketidakefektifan pola makan bayi
00002 Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh
00001 Ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh
00003 Risiko terhadap ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh
00163 Kesiapan meningkatkan nutrisi
00103 Gangguan menelan

Kelas 2 : Pencernaan (Digestion): The physical and chemical actifities that convert foodstuffs into subtances suitable for absorption and assimilation

Kelas 3 : Absorpsi (Absorption): The act of taking up nutrients through body tissue

Kelas 4 : Metabolisme (Metabolism): The chemical and physical processes occuring in living organism and cell for the development and use of protoplasm, the production of waste and energy, with the release of energy for all vitall processes
00179 Resiko ketidakstabilan kadar glukosa darah
00194 Ikterik neonatus
00230 Risiko ikterik neonatus
00178 Risiko gangguan fungsi hati

Kelas 5 : Hidrasi (Hidration): The taking in and absorption of fluid and electrolyte
00195 Risiko ketidakseimbangan elektrolit
00160 Kesiapan untuk meningkatkan keseimbangan cairan
00027 Kekurangan volume cairan
00026 Kelebihan volume cairan
00028 Risiko kekurangan volume cairan
00025 Risiko ketidakseimbangan volume cairan


DOMAIN 3 ELIMINATION/EXCHANGE
         Secreation andexcretion of waste product from the body

Kelas 1 : Fungsi Urinari: The process of secreation, reabsorption and excretion of urine
00020 Inkontinensia Urine fungsional
00176 Inkontinensia Urine Over Flow
00017 Inkontinensia Urine stress
00018 Inkontinensia Urine refleks
00019 Inkontinensia Urine urgensi
00022 Risiko Inkontinensia urine urgensi
00166 Kesiapan untuk meningkatkan eleminasi urine
00023 Retensi urine

Kelas 2 : Fungsi Gastrointestinal: The process of absorption and excretion of the end product of digestion
00011 Konstipasi
00012 Persepsi Konstipasi
00015 Risiko konstipasi
00013 Diare
00196 Disfungsi Motilitas Ggastrointertinal
00197 Risiko Disfungsi Motilitas Gastrointertinal
00014 Inkontinensia Defekasi

Kelas 3 : Fungsi Integumen/Kulit: The process of secreation and excretion through the skin

Kelas 4 : Fungsi Pernafasan: The process of exchange of gases and removal of the end product of metabolism
00030 Gangguan pertukaran gas see more


DOMAIN 4 ACTIVITY/REST
         The production, concervation, expenditure or balance of energy resources

Kelas 1 : Tidur/istirahat: Slumber, repose, ease, relaxtion or inactivity
00095 Insomnia
00096 Deprivasi Tidur
00165 Kesiapan Meningkatkan Tidur
00198 Gangguan pola tidur

Kelas 2 : Aktifitas/Kegiatan: Moving part of the body (mobility), doing work or performing action ofter (but not always) againts of resistance
00040 Risiko Sindrom disuse
00091 Hambatan mobilitas di tempat tidur
00085 Hambatan mobilitas fisik
00089 Hambatan mobilitas di kursi roda
00090 Hambatan kemampuan berpindah
00088 Hambatan berjalan

Kelas 3 : Keseimbangan Energi (Energy Balance): A dynamic state of harmony between intake and expenditure of resource
00050 Gangguan bidang energy
00093 Keletihan
00154 Keluyuran (Wandering)

Kelas 4 : Respon Kardiovaskuler/Pulmoner (Cardiovascular/Pulmonary Responses): Cardiopulmonary mechanism that support activity/ rest
00092 Intoleransi Aktifitas
00094 Risiko Intoleransi aktifitas
00032 Pola Nafas Tidak efektif see more
00029 Penurunan Curah Jantung
00202 Risiko inefektif perfusi gastrointestinal
00203 Risiko inefektif perfusi ginjal
00033 Kerusakan Ventilasi Spontan
00204 Ketidakefektifan Perfusi jaringan perifer
00200 Risiko penurunan perfusi jaringan jantung
00201 Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral
00228 Resiko ketidakefektifan Perfusi jaringan perifer
00034 Disfungsi respon penyapihan ventilator

Kelas 5 : Perawatan Diri: Abiliti to perform activities to care for ones's body and bodily function
00098 Hambatan pemeliharaan rumah
00182 Kesiapan peningkatan perawatan diri
00108 Kurang perawatan diri: Mandi/hygiene
00109 Kurang perawatan diri: Berpakaian/berhias
00102 Kurang perawatan diri: Makan
00110 Kurang perawatan diri: Toileting
00193 Pengabaian diri


DOMAIN 5 PERCEPTION/COGNITION
         The human information processing system including attention, orientation, sensation, perception, cognition and communication

Kelas 1 : Perhatian (Attention): Mental readiness to time, place and person
000123 Pengabaian unilateral

Kelas 2 : Orientasi (Orientation): awarnessof time, place and person
00127 Sindrom kerusakan interpretasi lingkungan

Kelas 3 : Sensasi/Persepsi (Sensation/perception): Receiving information through the sense of touch, taste, smell, vision, hearing and kinesthesia, and the comprehension of sensory data resulting in naming, assosiation and/or pattern recognition

Kelas 4 : Kognisi (Cognition): Use of memory, learning thinking, problem solving, abstraction, judgment, insigt, intellectual capasity, calculation and languange
00128 Kebingungan akut
00129 Kebingungan kronik
00173 Risiko kebigungan akut
00222 Ketidakefektifan kontrol impuls
00126 defisiensi pengetahuan see more
00161 Kesiapan meningkatkan pengetahuan
00131 Kerusakan memori    

Kelas 5 : Komunikasi (Communication): Sending and receiving verbal and nonverbal information
00157 Kesiapan untuk meningkatkan komunikasi
00051 Kerusakan komunikasi verbal                       


DOMAIN 6 SELF PERCEPTION
         Awarness about the self

Kelas 1 : Konsep Diri (Self Peception): The perception(s) about the total self
00124 Putus Asa
00174 Kesiapan pelemahan martabat
00125 Ketidakberdayaan
00121 Gangguan identitas diri
00225 Risiko gangguan identitas pribadi
00167 Kesiapan meningkatkan konsep diri

Kelas 2 : Harga Diri (Self-esteem): Assessment of one'sown worth, capability, significance and success
00119 Harga diri rendah kronik
00224 Resiko harga diri rendah kronik
00153 Risiko harga diri rendah situasional
00120 Harga diri rendah situasional

Kelas 3 : Citra Tubuh (Body Image): A mental image of one's own body
00118 Gangguan citra tubuh


DOMAIN 7 ROLE RELATIONSHIPS
         The positive and negative connection or assosiations between people or groups of people and the means by which those connection are demonstrated

Kelas 1 : Peran Pemberi Asuhan (Caregivig Role): Socially expected behavior patterns by people providing care who wre not health care proffesional
00104 Ketidakefektifan pemberian ASI
00105 Diskuntinuitas pemberian ASI
00106 Kesiapan meningkatkan pemberian ASI
00061 Ketegangan pemberi asuhan
00062 Risiko terhadap ketegangan pemberi asuhan
00056 Kerusakan peran orang tua
00164 Kesiapan untuk meningkatkan peran sebagai orang tua
00057 Risiko Kerusakan peran sebagai orang tua

Kelas 2 : Hubungan Keluarga (Family Relationship): Assosiation of people who are biologicallty related or related by choice
00058 Risiko kerusakan kedekatan
00063 Disfungsi proses keluarga : alkoholisme
00060 Hambatan proses keluarga
00159 Kesiapan meningkatkan proses keluarga

Kelas 3 : Penampilan Peran (Role Perfomance): Quality of function in socially expected behavior pattern
00223 Ketidakefektifan hubungan
00207 Kesiapan untuk meningkatkan hubungan
00229 Risiko ketidakefektifan hubungan
00064 Konflik peran sebagai orang tua
00055 Penampilan peran tidak efktif
00052 Kerusakan interaksi social


DOMAIN 8 SEXUALITY
         Sexual identity, sexual fonction and reproduction

Kelas 1 : Identitas Seksual (Sexual identity): The state of being specifik person in regard to sexuality/and/or gender

Kelas 2 : Fungsi Seksual (Sexual fonction): The capacity or ability to paticipate in sexual activities
00059 Disfungsi seksual
00065 ketidakefektifan pola seksualitas

Kelas 3 : Reproduksi (Reproduction): Any process by which human beings are produced
00221 Ketidakefektifan proses kehamilan-melahirkan
00208 Kesiapan untuk meningkatkan poses kelahiran anak
00227 Risiko ketidakefektifan proses kehamilan-melahirkan
00209 Risiko gangguan kehidupan ibu/janin


DOMAIN 9 COPING/ STRESS TOLERANCE
         Contending with life event/ life process

Kelas 1 : Respon Post-trauma (Post-trauma responses): Reaction occuring after physical or psychological trauma
00141 Sindrom post-trauma
00145 Risiko Sindrom post-trauma
00142 Sindrom trauma perkosaan
00114 Sindrom stres relokasi
00149 Risiko terhadap Sindrom stres relokasi

Kelas 2 : Respon Koping (Coping response): The process of managing enviromental stress
00199 Ketidakefektifan perencanaan aktifitas
00226 Risiko Ketidakefektifan perencanaan aktifitas
00146 Kecemasan
00074 Penurunan koping keluarga
00071 Koping defensive
00073 Ketidakmampuan koping keluarga
00069 Ketidakefektifan koping
00077 Ketidakefektifan koping komunitas
00158 Kesiapan untuk meningkatkan koping (individual)
00076 Kesiapan untuk meningkatkan koping komunitas
00075 Kesipan untuk meningkatkan koping keluarga
00147 Kecemasan akan kematian
00072 Ketidakefektifan penyangkalan
00101 Gagal tumbuh kembang dewasa
00148 Ketakutan
00136 Berduka
00135 Berduka terganggu
00172 Risiko berduka terganggu
00187 Kesiapan meningkatkan kekuatan
00125 Ketidakberdayaan
00152 Risiko ketidakberdayaan
00210 Gangguan penyesuaian individu
00212 Kesiapan meningkatkan penyesuaian
00211 Kesiapan gangguan penyesuaian
00137 Kepedihan kronis
00177 Stress berlebihan


Kelas 3 : Stres Neurobehavioral (Neurobehavioral Stress): Stress behavioral responses reflecting nerve and brain function
00115 Risiko disintegrasi perilaku bayi
00009 Disrefleksi autonomik
00010 Risiko untuk Disrefleksi autonomik
00116 Disintegrasi Perilaku bayi
00117 Kesiapan meningkatkan integrasi perilaku bayi
00049 Penurunan kapasitas adaptif intrakranial


DOMAIN 10 LIFE PRINCIPLES
          Principes underlying conduct through and behavior about act, custom or institution viewed as being true or having intrinsic worth

Kelas 1 : Nilai (Value): The indentification and ranking of preffered modes of conduct or end states
00185 Kesiapan untuk meningkatkan harapan

Kelas 2 : Kepercayaan (Believe): Option, expectation or judgment about act, custom or institution viewed as being true or having intrinsic worth
00185 Kesiapan untuk meningkatkan harapan
00068 Kesiapan untuk meningkatkan kesejahteraan spiritual

Kelas 3 : Nilai/ Kepercayaan/ Kesesuaian tindakan (Value/Believe/Action Congruence): The correspondence or balance achieved among value, beliave and action
00184 Kesiapan untuk meningkatkan pengambilan keputusan
00083 Konflik pengambilan keputusan
00175 Distres moral
00079 Ketidakpatuhan
00169 Hambatan religiositas
00171 Kesiapan meningkatkan religiositas
00170 Risiko hambatan religiositas
00066 Distress spiritual
00067 Risiko distress spiritual


DOMAIN 11 SAFETY/PROTECTION
          Freedom from danger, physical injury or immune system damage; preservation from loss; and protection of safety and securityt

Kelas 1 : Infeksi (Infection): Host responses following patogenic invasion
00004 Risiko Infeksi

Kelas 2 : Cedera Fisik (Physical Injury): Bodily harm or hurt
00031 Ketidakefektifan bersihan jalan nafas see more
00039 Risiko aspirasi
00206 Risiko perdarahan
00048 Kerusakan gigi
00219 Risiko mata kering
00155 Risiko terjatuh
00035 Risiko cedera
00045 Kerusakan membran mukosa oral
00087 Risiko cedera posisi perioperasi
00086 Risiko disfungsi neurovaskular perifer
00205 Risiko syok
00046 Kerusakan integritas kulit
00047 Risiko kerusakan integritas kulit
00156 Risiko sindrom kematian bayi mendadak
00036 Risiko kekurangan nafas/ aspiksia
00100 Pelambatan pemulihan pasca bedah
00220 Risiko cedera termal
00044 Kerusakan integritas jaringan
00038 Risiko terhadap trauma
00213 Risiko trauma vaskuler

Kelas 3 : Kekerasan (Violence): The exertion of execessive force or power so as to cause injury or abuse
00138 Risiko mencederai orang lain
00140 Risiko mencederai diri sendiri
00151 Mutilasi diri
00139 Risiko mutilasi diri
00150 Risiko bunuh diri

Kelas 4 : Potensi bahaya Lingkungan (Enviromental Hazards): Soerces of danger in the soundings
00181 Kontaminasi
00037 Risiko keracunan
00180 Risiko kontaminasi

Kelas 5 : Proses Pertahanan (Devensive Processes): The processes by which the self protects itself from the nonself
00218 Risiko efek samping media kontras beryodium
00217 Risiko respon alergi
00041 Respon alergi lateks / getah
00042 Risiko terhadap alergi lateks / getah

Kelas 6 : Termoregulasi (Thermoregulation): The physiological process of regulating heat and energy within the body for purpuses of protecting the organism
00005 Risiko ketidakseimbangan suhu tubuh
00007 Hipertermi
00006 Hipotermi
00008 Ketidakefektifan Termoregulasi


DOMAIN 12 COMFORT/KENYAMANAN
          Sense of mental, physical or social well-being or ease

Kelas 1 : Kenyamanan Fisik (Physical Comfort): Sense of well-being or ease and/or freedom from pain
00214 Gangguan rasa nyaman
00183 Kesiapan untuk meningkatkan kenyamanan
00134 Nousea
00132 Nyeri Akut
00133 Nyeri Kronis

Kelas 2 : Kenyamanan Lingkungan (Enviromental Comfort): Sense of well-being or ease in/with one's enviroment
00214 Gangguan rasa nyaman
00183 Kesiapan untuk meningkatkan kenyamanan

Kelas 3 : Kenyamanan Sosial (Social Comfort): Sense of well-being or ease with one's social situation
00214 Gangguan rasa nyaman
00053 Isolasi sosial


DOMAIN 13 GROWTH & DEVELOPMENT
          Age-appropriate increases in physical dimensions, maturation of organ system and/or progression through the developmental milestones

Kelas 1 : Pertumbuhan (Growth): Increases in physical dimensions or maturity of organ systems
00113 Risiko terhadap pertumbuhan tidak proporsional
00111  Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan

Kelas 2 : Perkembangan (Development): Progression or regression trough a squence of recognized milestones in life
00112 Risiko untuk prkembangan terhambat
00111  Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan
Posted by medica chemistry On 18.22 No comments READ FULL POST

DOMAIN 1 HEALTH PROMOTION
Class 1 : Health Awarness
Class 2 : Health Management

DOMAIN 2 NUTRITION
Class 1 : Ingestion
Class 2 : Digestion
Class 3 : Absorption
Class 4 : Metabolism
Class 5 : Hidration

DOMAIN 3 ELIMINATION/EXCHANGE
Class 1 : Urinary Function
Class 2 : Gastrointestinal Function
Class 3 : Integumentary Function
Class 4 : Respiratory Function

DOMAIN 4 ACTIVITY/REST
Class 1 : Tidur/istirahat
Class 2 : Aktifitas/Kegiatan
Class 3 : Energy Balance
Class 4 : Cardiovascular/Pulmonary Responses
Class 5 : Self Care

DOMAIN 5 PERCEPTION/COGNITION
Class 1 : Attention
Class 2 : Orientation
Class 3 : Sensation/perception
Class 4 : Cognition
Class 5 : Communication

DOMAIN 6 SELF PERCEPTION
Class 1 : Self Peception
Class 2 : Self-esteem
Class 3 : Body Image

DOMAIN 7 ROLE RELATIONSHIPS
Class 1 : Caregivig Role
Class 2 : Family Relationship
Class 3 : Role Perfomance

DOMAIN 8 SEXUALITY
Class 1 : Sexual identity
Class 2 : Sexual fonction
Class 3 : Reproduction

DOMAIN 9 COPING/ STRESS TOLERANCE
Class 1 : Post-trauma responses
Class 2 : Coping response
Class 3 : Neurobehavioral Stress

DOMAIN 10 LIFE PRINCIPLES
Class 1 : Value
Class 2 : Believe
Class 3 : Value/Believe/Action Congruence

DOMAIN 11 SAFETY/PROTECTION
Class 1 : Infection
Class 2 : Physical Injury
Class 3 : Violence
Class 4 : Enviromental Hazards
Class 5 : Devensive Processes
Class 6 : Thermoregulation

DOMAIN 12 COMFORT/KENYAMANAN
Class 1 : Physical Comfort
Class 2 : Enviromental Comfort
Class 3 : Social Comfort

DOMAIN 13 GROWTH & DEVELOPMENT
Class 1 : Growth
Class 2 : Development



Lihat juga Taxonomy II : Domains, Kelas dan Diagnosis
Posted by medica chemistry On 18.17 No comments READ FULL POST

Follower

    Blogger news

    Blogroll

    About